Sebagai pecinta makanan pedas selain mencicipi mie Samyang dengan kimchi, Backpack Rin juga mencoba Bakso Geprek Tulang Rangu yang saat ini sedang diminati. Kuliner satu ini memang pilihan yang cocok buat Sahabat Backpack yang juga penyuka makanan pedas.

Alkisah, aku melihat postingan whatshap story rekan kerja tentang bakso tulang rangu ini. Kebetulannya juga saat itu menjelang jam makan siang, jadi tergoda dong. Haha, culamit kalau kata orang sunda, si. Tahunya, rekan kerjaku ini jualan juga dan langsung ketok palu untuk transaksi tanpa mikir panjang.

Tanpa harus menunggu berhar-hari, bakso sudah sampai rumah. Mantap! Cepat sekali, padahal di kirim dari Sukabumi, lho. Tertullis di kemasannya cemilan satu ini memang diproduksi di Sukabumi. So, langsung dikirim dari pembuatnya, Sahabat Backpack.

Dibandrol dengan harga Rp.25.000/bungkus, cukup untuk mengenyangkan perut. Selain itu dikemas dengan sangat menarik dan cantik sehingga terlihat profesional dan menimbulkan minat beli bagi siapa pun yang melihatnya. Tidak heran kalau harganya lebih mahal dibandingkan bakso tulang rangu pada umumnya.

bakso geprek tulang rangu

Untuk isiannya sama saja, terdapat bakso, aci, pangsit kecil, sukro, jeruk nipis dan bumbu kuah. Untuk jeruk nipisnya pas dibuka itu sudah mulai berjamur, kemungkinan karena terlalu lama dalam kemasan dan kurangnya udara segar. Jeruk nipis tidak aku gunakan sebagai penyedap rasa. Bahkan tanpa jeruk nipis pun dari bahan-bahan lainnya tercium aroma jeruk nipisnya.

Bakso kemasan satu ini rasanya mantap banget, pedasnya itu benar-benar nampol dan aku suka karena pedasnya hanya di bibir. Bahaya kalau pedasnya sampai ke perut, pasti bakalan kambuh asam lambungnya dan kena diare. Tsah.

Sahabat Backpack, menikmati bakso geprek tulang rangu enak juga jika dicampur mie rebus atau campuran bahan lainnya, seperti mentimun segar misalnya. Duh, makin lapar kan? Hoho, Silahkan dicoba untuk Bakso Geprek Tulang Rangunya dan nikmati sensasi pedas di mulut untuk hari-harimu yang lebih menantang. Yes, agak bosan bukan di rumah saja karena Pandemi Covid-19?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *