Pagi yang sejuk kawasan Danau Elysium begitu menyegarkan. Walau rumput-rumput mulai nampak kering, air danau yang hijau berkilauan tersorot sinar mentari.

Dari arah pepohonan sesekali terdengar suara tembakan yang berasal dari senapan pancing. Ya, itu adalah para pemancing yang tengah mencari ikan karena di danau Elysium tidak diperbolehkan memancing menggunakan alat tradisional atau menggunakan jala. Tidak heran jika banyak pemancing yang lebih memilih menggunakan alat yang tidak biasa tersebut.

Metode memancing dengan senapan ini terbilang unik dan anti mainstream. Setuju, dong? Biasanya bagi orang awam, suara tembakan yang nyaring tersebut membuat kaget dan hati ikut penasaran. Begitulah saat pertama kali aku pindah ke lingkungan tersebut satu tahun yang lalu. Perlahan menjadi terbiasa mendengar suara senapan tersebut. Berbeda dengan sekarang, aku menantikan pemancing mampu membidik ikan tepat sasaran ketika duduk di tepi danau. Dor!

Menikmati udara pagi Danau Elysium sangat menyenangkan dan menyegarkan kalbu. Suasana lingkungan yang sejuk karena deretan pepohonan yang rindang menjadikannya teduh. Aku juga dapat menikmati mentari yang nampak jelas pada genangan air danau yang tenang. Setenang angin yang berhembus pelan, memainkan air danau dan menciptakan riakan searah. Terkadang seekor ikan kecil menikmti momen itu yang membuatnya meloncat ke udara.

Hal yang terkadang tidak kita sadari bahwa datangnya bahagia tidaklah serumit pikiran kita, mengamati interaksi alam dengan polusi suara yang rendah mampu menawarkan kebahagiaan yang tidak terduga. Seperti candu yang muncul saat menyesap kafein.

Baca Juga : Central Park Meikarta Ruang Terbuka Hijau

Pagi yang Sejuk itu Tidak Selalu Menyenangkan

Sahabat Backpack, pernahkah merasa kesal saat suasana yang indah dan menenangkan teralihkan oleh sesuatu yang mengganggu?

Ya. Bagaimana tidak kesal mendapati sampah plastik berserakan? Tidak hanya mengurangi keindahan, akan sangat berbahaya jika sampah plastik tersebut terbang terbawa angin menuju danau. Tentu, saja! Plastik dapat menyumbat saluran air yang dapat menyebabkan banjir. Tidak kalah bahayanya jika terbawa ke laut karena akan mengancam ekosistem biota laut.

Ah, memang kesal. Masih banyak tangan-tangan yang tidak peduli akan kebersihan lingkungan dan tidak adanya kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya. Apalagi, sampah yang berserakan adalah sampah plastik bekas bungkus makanan, air kemasan mineral, coffee cup dan snack. Seharusnya pemakaian plastik sekali pakai tersebut dihindari!

Well, mereka yang terbiasa abai dengan kelestarian lingkungan jangan mencoba untuk ditiru. Sebisa mungkin selalu mengingatkan dan ajak untuk lebih peduli terhadap bumi yang semakin tua ini.

Sahabat Backpack, mari sama-sama kita bergerak untuk selalu dan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Entah itu lingkungan tempat tinggal atau singgah sebentar. Setidaknya jika kita tidak dapat melakukan hal yang besar, kita bisa memulainya dari hal kecil dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Btw, di dalam kawasan Danau Elysium terdapat sebuah jembatan penyebrangan yang menghubungkan sport center dengan ruko-ruko. Jembatan tersebut adalah spot favoritku karena tempatnya sangat instgramble dan pemandangan dari atas jembatan begitu cantik. Selain itu, jembatan tersebut juga terbuat dari kayu, loh.

pemandangan pagi yang sejuk danau elysium

Tidak jauh dari sport center terdapat sebuah taman kecil. Cocok sekali untuk bersatai bersama orang tercinta. Pepohonan yang rindang membuat taman menjadi teduh. Sambil bersantai dan bercengkrama kita bisa menikmati hamparan air danau.

Menghabiskan minggu pagi dengan menikmati indahnya danau Elysium tidak pernah membosankan. Terutama dengan kondisi pandemi seperti ini, setidaknya mengobati hati yang haus akan bertualang menjelajahi objek wisata.

Bagaimana minggu pagi Sahabat Backpack? Yuk, berbagi pada kolom komentar dan ceritakan kisah serunya agar selalu terkenang dalam ingatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *